Selasa, 02 Juli 2013

BIKPALA (Biokimia Pecinta Alam)

trip to gede 31-1 juli 2013


 pose bersama

Kamis, 13 September 2012

AKU BUKAN PENGEMIS CINTA


Aku bukan pengemis cinta
Yang slalu harus mengalah
Bila diputuskan cinta
Dari sang kekasih

Patah hati bukan sifatnya lelaki
Apalagi sampai nekat bunuh diri
Putus cinta itu soal yang biasa
Aku tak putus asa

Wanita bukan engkau saja
Yang ada dalam dunia
Cantik bukanlah utama
Menghiasi jiwa

Sumpah dan janji bukan satu yang pasti
Alasan hanya jadi tuntutan hati
Sudah sering kali kau sakiti hati
Aku tiada perduli

Jangan kau sangka aku akan menderita
Bila putus bercinta...

Aku Bukan Pengemis Cinta ~ Johnny Iskandar.

Rabu, 25 Januari 2012

Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) berstatus baru “sangat rentan punah (critically endangered)”


Gajah Sumatra merupakan mamalia darat terbesar di daratan Sumatra, hewan ini dapat mempunyai bobot sekitar 4 ton dan tinggi sekitar 3 m saat dewasa. besarnya ukuran serta tenaganya yang besar ini banyak orang menggunakan tenaganya untuk berbagai tujuan. Satwa ini mampu membawa barang-barang berat yang tidak bisa dilakukan dihutan lebat serta sebagai alat transportasi untuk melewati hutan yang berbahaya, namun tak sedikit orang juga yang berkonflik dengan gajah. Berdasarkan pernyataan dari forum gajah tahun 2010, populasi gajah Sumatra sekitar 2400-2800 ekor.


 Sebelumnya ada berita mengenai seekor gajah Sumatera dewasa yang akhirnya mati di Balai Raja, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada 26 Maret 2011. Bantuan medis yang diberikan oleh Dokter Hewan BKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Riau, WWF dan lainnya tidak berhasil menyelamatkan nyawa induk gajah tersebut karena kondisinya yang sudah sangat lemah. Diduga induk gajah tersebut diracun oleh oknum yang tak bertanggungjawab akibat konflik lahan dengan warga sekitar (wwf.or.id)

International Union For Conservation Of Nature (IUCN) kini menaikan status Gajah Sumatra dari posisi rentan punah (endangered) menjadi sangat rentan punah (critically endangered). Status itu satu tingkat di bawah punah di alam liar (extinct in the wild) ( kompas, 25 januari 2012). Hal tersebut terjadi karena gajah kehilangan 70% habitatnya dan separuh populasinya. Penurunan populasi gajah ini akibat deforestasi dan konversi hutan menjadi lahan sawit/kebun. Saat ini populasi gajah tersebar dalam bentuk kantong-kantong populasi gajah yang tersebar dipulau Sumatra. Hal tersebut merupakan efek dari pembukaan lahan yang membuat hutan di Sumatra menjadi terfragmentasi.
  
Gajah hidup sebagai kelompok (koloni), yang pada dasarnya mempunyai daerah jelajahnya (home range) sendiri-sendiri. Luas daerah jelajah masing-masing kelompok bisa seluas 2.4–166.9 km2, dan wilayahnya meliputi hutan rawa, hutan rawa gambut, hutan dataran rendah dan juga hutan pegunungan rendah. Saat ini kebanyakan dari daerah tersebut di pulau Sumatra telah berubah menjadi kebun kelapa sawit atau terbuka oleh lahan tambang. Oleh karena itu perlu adanya sinergi pengelolaan areal perlindungan gajah, diikuti dengan informasi daya dukung terkini gajah Sumatra.

Janganlah kita berdiam diri, menunggu kebijakan dari pemegang kebijakan yang entah kapan keluarnya. Kerjakanlah apa yang bisa kita kerjakan, suarakanlah apa yang sebenarnya terjadi, agar semua orang terbuka mata hatinya. Bahwa manusia juga tidak bisa tinggal sendiri tanpa adanya kehadiran makhluk lain dibumi ini.

Salam Fauna, selamatkan fauna Indonesia,
Suryadi, DKH UKF

Minggu, 15 Januari 2012

Creb's goes to kebun raya cibodas

Minggu, 15 januari 2012

hari ini gw ikut farewell party crebs 2011 (himpunan profesi anak2 biokimia) di kebun raya cibodas
gw berangkat pagi2 jam 7, dengan perjalanan yang cukup macet antara bogor-cibodas. dan finally gw sampe parkiran jam 10.00 dengan keadaan hujan parah. So...kita pada diem dalam bis ga keluar ampe kita keluar pas gerimis.

kebun raya cibodas diselimuti kabut2 tipis yang menyelimuti kawasan pegunugan itu,
hujan gerimis terus turun ga berenti2.. acara tetep lanjut walau dengan keadaan demikian

saran gw jangan pergi ke daerah lapang kalo ujan2 ( Ya iylah...) selain acara kurang maksimal, mood jadi bete gara2 dingin dan becek..

salam hangat dari bogor yang berbalut gerimis..

Kamis, 15 Desember 2011

Badak Jawa Vietnam (Rhinoceros sondaicus annamiticu) Dinyatakan Punah - Oktober 2011


Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dinyatakan punah di Vietnam, menurut tim konservasi. WWF dan International Rhino Foundation mengatakan bahwa badak jawa terakhir yang dimiliki oleh negara tersebut kemungkinan dibunuh oleh pemburu gelap. Dengan matinya badak tersebut, maka spesies badak jawa di Vietnam dinyatakan sudah punah. Kepunahan ini disampaikan oleh WWF, badan perlindungan alam liar PBB, dan Yayasan Badak Internasional, dilansir dari BBC, Selasa 25 Oktober 2011. Mereka mengatakan badak tersebut ditemukan mati di Taman Nasional Cat Tien dengan luka tembak di kaki dan culanya telah dipotong. Berdasarkan laporan WWF, badak bercula satu tersebut adalah satu-satunya badak Jawa yang tersisa di Vietnam sejak tahun 2008 lalu. Dengan jumlahnya yang semata wayang itu, kepunahan badak di Vietnam tidak mengejutkan para ahli.
Badak jawa Vietnam atau Rhinoceros sondaicus annamiticu adalah sub spesies dari tiga spesies badak Jawa di Asia. Badak Jawa India atau Rhinoceros sondaicus inermis juga telah punah. Spesies badak Jawa yang masih hidup adalah Badak Jawa Indonesia, Rhinoceros sondaicus sondaicus, yang hanya berjumlah 55 ekor di hutan lindung Ujung Kulon, Jawa Barat. Perburuan liar terhadap badak meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Tidak hanya di Asia, badak-badak di Afrika juga termasuk yang terancam punah akibat pemburuan yang tidak bertanggungjawab. Peningkatan perburuan badak, menurut laporan jaringan pengawas perdagangan satwa liar global, adalah berkat permintaan dari pasar obat tradisional di Asia. Cula badak, konon dapat diracik menjadi obat kejantanan yang ampuh. Perburuan liar badak berhasil diatasi di Indonesia dengan program konservasi yang ketat.
"Berkat kerja aktif perlindungan badak di Indonesia, tidak ada laporan perburuan badak Jawa di Ujung Kulon dalam satu dekade terakhir. Kunci keberhasilannya perkembangbiakan hewan ini adalah dengan manajemen habitat yang tepat," kata Bibhab Kumar Talukdar, kepala Serikat Konservasi Alam Internasional.

Foto-foto dari Badak Jawa vietnam dari camera trap berikut dengan penemuan dari kerangka badak jawa vietnam terakhir: 




 

Minggu, 08 Mei 2011

Ujung Kulon Keindahan dari Ujung barat Jawa

Hembusan Angin, Ombak dan Pasir
Menyertai Langkah..








ujung kulon...langkah ku tempuh di punggungmu
hembusan nafasmu merasuk dalam paruku
ambang batas suaramu, terngiang telingaku
badak hidup damai, banteng berkembang nyaman
konservasi dalam perjuangan tiada akhir
konservasi..
bersama-sama menjaga



Jumat, 01 Oktober 2010

PENDAKIAN GUNUNG

Pendakian tidak semata karena sebuah kebanggaan, tidak pula suatu obsesi apalagi sebuah kenekatan. Tapi pendakian adalah sebuah pengalaman dan pembelajaran akan sebuah ilmu yang tiada ditemukan dari apapun kecuali pendakian itu sendiri -someone-










PAWASKA SATU TIM SATU NYAWA....!





Jumat, 24 September 2010

satwa langka herbivora

Saatnya nambah postingan, karena terpilih jadi spesialis kijang (bukan kemauan, tapi gara2 hasil undian di Cibunar, Ujung Kulon. red) maka saya berinisiatif menerbitkan posting tentang kijang, berikut adalah sedikit hal mengenai kijang.



Kijang (Muntiacus muntjak)


klasifikasi kijang adalah:

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mamalia

Ordo : Cetartiodactyla

Famili : Cervidae

Genus : Muntiacus

spesies: M. muntjak (Zimmermann, 1780)


Kijang (Muntiacus muntjak)
Tubuh berukuran sedang, panjang tubuh termasuk kepala 89-135 cm, panjang ekor 12-23 cm, tinggi bahu 40-65cm, dengan berat mencapai 35 kg. Mantel rambut pendek, rapat, lembut dan licin. Warna bervariasi dari coklat gelap hingga coklat terang. Kijang jantan mempunyai ranggah pendek, tidak melebihi setengah dari panjang kepala dan bercabang dua serta gigi taring yang keluar.
Perilaku :
Kijang yang bergerak akan mengeluarkan suara yang berderak-derak. Gigi taring dimanfaatkan untuk mempertahankan diri. Jika sedang gelisah, terkejut atau memanggil kijang lainnya akan mengeluarkan gonggongan anjing oleh karena itu satwa ini diberi nama barking deer.
Habitat :
Hutan tropika hingga mencapai ketinggian 2000 mdpl, India, Indonesia ke timur sampai Jawa, Cina dan Taiwan.

Sumber: BKSDA DIY

Selasa, 14 September 2010

pawaska-ku, kamu & kita tercinta


PAWASKA (pecinta alam warga analis kimia)
satu tim satu nyawa, hidup pawaska...!

satu bumi,satu langit,satu persaudaraan.








Jumat, 25 Juni 2010

reportase kegiatan di gunung halimun

postingan tentang kegiatan metamorfosa waktu ke halimun...share buat teman2 yang pengen ke halimun. semoga bermanfaat


Metamorfosa 2010 di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak

waktu : 25 januari-3 februari 2010
anggota : Uni Konservasi Fauna Angkatan 7 (kelompok 4-Suryadi, Wibi, Irfan, Resti, Disa, Melisa, Nida)

Senin, 25 Januari 2010
Hari pertama berkumpul, semua anggota terbagi atas 4 kelompok tenda, saya termasuk pada kelompok tenda. Kami berangkat menuju Grawida, setelah itu sarapan pagi, dan briefing pemberangkatan sekaligus pembagian truk. Pembacaan doa dan foto-foto sebelum pemberangkatan, lalu naik truk menuju TNGHS melewati jalur leuwiliang pada pukul 08.00. Diperjalanan pemandangan cukup bagus,walaupun diperjalanan sedikit terhanbat oleh macet sebelum memasuki pertigaan curug cigamea.
Sampai diperkampungan warga diperjalanan terlihat ada elang (diperkirakan elang hitam) terbang seperti mengikuti perjalanan kami. Jalanannya beraspal tapi cukup kecil, suasananya sejuk dikelilingi banyak pepohonan. Namun setelah jalan aspal habis jalannya menjadi jelek banyak batu-batu besar, jalur tersebut disebut koridor hutan (menurut Pa’ de). Sampai di kantor TNGHS kabandungan pukul 12.00, lalu solat. Setelah itu istirahat dan makan bekal sambil mengumpulkan tenaga untuk berangkat esok dini hari.

Selasa, 26 Januari 2010
Mulai dari pukul 00.00 kami dibangunkan dan bersiap-siap berkumpul di lapangan untuk packing ulang tas dan briefing sebelum berangkat. Pemanasan sebentar agar otot-otot tidak kejang setelah bangun tidur. Pukul 01.00 dini hari kami berangkat dari kantor TNGHS di kabandungan menuju tempat perkemahan,jalan per kelompok dengan didampingi oleh dua orang senior. Kelompok kami berangkat pada urutan pertama,tapi karena setting tas carier yang tidak benar, jadi kami berada diurutan terakhir. Perjalanan melewati perkampungan warga, lalu istirahat di pertigaan cipeuteuy disebuah pangkalan ojek pada pukul 03.00. Setelah itu berangkat kembali mengikuti jalur yang berkelok-kelok dan turun-naik. Pada pukul sekitar 04.30 kami istirahat di sebuah gubuk kecil di pinggir sawah untuk solat subuh.


Perjalanan pun berlanjut dan pada pagi hari mulai terlihat gunung halimun yang sebelumnya ditutupi oleh kabut tebal. Perjalanan berlanjut sampai pada pintu gerbang TNGH, lalu istirahat sebentar guna mengisi tenaga dengan makan bekal seadanya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali melewati jalan yang berkelok-kelok sejauh 5 km. Sampai di pos stasiun penelitian cikaniki kami berpisah dengan perempuan di kelompok kami, dengan maksud agar para pria tiba terlebih dulu dan langsung membuat tenda. Sampai di buper citalahab sekitar pukul 13.00 kami langsung membuat tenda. Kegiatan selanjutnya yaitu masak untuk makan siang dan istirahat.

Rabu, 27 januari 2010
Pengamatan pagi pukul 06.00 di Hm 14 ditemukan burung (silhout) jam 06.32 sedang loncat-loncat di dahan, bajing jam 06.34 sedang loncat-loncat di dahan, dan owa jawa (hylobates moloch) jam 07.02 berjumlah 3 ekor terdiri dari 2 dewasa dan 1 anak sedang bergelantungan mencari makan. Owa jawa mempunyai ciri-ciri yaitu primata yang tak berekor berbulu abu-abu mempunyai tangan yang lebih panjang dari kaki dan bergerak dengan cara berayun dari pohon ke pohon.

Siangnya pada pukul 13.00 ada kuliah teknik penyebrangan sungai oleh ka Aaf. Yaitu diantara isinya tentang yang perlu diperhatikan saat menyebrang sungai adalah karakteristik sungai (di pegunungan atau di dataran rendah), posisi yang tepat untuk menyebrang (cari titik yang lurus,menyebrang secara diagonal), dan alat-alat yang dipakai untuk menyebrang. Pengamatan sore pukul 15.00 di Hm 9 ditemukan kumbang, burung sepah hutan, dan serangga sejenis lalat. Malamnya ada briefing dengan ka juli, ka izu dan ka heri mengenai pengalaman perjalanan menuju tempat kemah.

Kamis, 28 Januari 2010
Ada kegiatan Ormed (orientasi medan) menuju 2 arah yang berbeda, jalur pertama menuju gunung kendeng dan jalur kedua menuju curug cikudapaeh. Kami kelompok 4 bersama kelompok 1 menuju jalur satu dan kelompok 2 dan kelompok 3 menuju jalur dua. Diperjalanan kami dipandu oleh Pa Engkos. Perjalanan penuh dengan pendakian, selain mendapati pemandangan yang indah disana juga ditemukan beberapa jejak macan tutul diantaranya berupa feces, scrape (bekas cakaran ditanah), dan scratch (bekas cakaran dipohon).

Hal tersebut dapat menjadi indikator keberadaan satwa karnivora tersebut di kawasan gunung halimun ini. Sampai di puncak terdapat flora unik yaitu kantung semar,sejenis tanaman predator yang memangsa seranga yang hinggap di mulut kantungnya. Dipuncak I gunung kendeng (1600 mdpl) kami menikmati suasana yang diselimuti kabut tebal dengan makan siang bersama dan foto-foto. Dalam perjalanan pulang kami diguyur hujan sehingga tidak sedikit yang terjatuh/terpeleset. Malamnya ada briefing untuk sosmas, dan presentasi ormed mengenai jalur masing-masing.


Jum’at, 29 januari 2010
Pengamatan pagi pukul 06.00 di Hm 12 ditemukan capung jarum jam 07.30, bajing jam 07.40 sedang jalan-jalan di dahan pohon, surili (Presbytis comata) jam 07.45 berjumlah 4 ekor (1 dewasa dan 3 anak ) sedang makan dan loncat-loncat diantara dahan pohon, burung srigunting bukit (Dicrurus renifer) jam 07.50 sedang bertengger di dahan pohon.
Solat jum’at perkampungan atas setelah itu diadakan sosmas yang berbentuk wawancara, dengan cara bertanya kepada warga sekitar mengenai keadaan sekitar TN dan interaksi pegawai TN dengan warga sekitar TN, saya menemui Ibu totok berumur sekitar 35 tahun yang merupakan pemetik teh di perkebu nan teh Nirmala. Beliau sudah 12 tahun tinggal di kawasan tersebut tetapi memiliki pengetahuan yang sangant kurang mengenai TN dan satwa-satwa yang terdapat di dalamnya.

Malamnya pukul 19.00 ada pengamatan malam yang akan mengamati fauna nocturnal,terdapat dua jalur yaitu yang menuju kebun teh dan yang menuju jalan setapak menuju cikaniki. Saya menuju jalur yang kedua, ditemukan belalang sembah jam 19.30 sedang diam di dahan pohon teh, ngengat jam 19.32 sedang diam di daun pohon teh, dan katak jam 19.50 sedang diam ditanah. Untuk pengamatan malam ini dilakukan dengan cara menangkap hewan tersebut dengan plastic sampel untuk diidentifikasi esok paginya.

Sabtu, 30 januari 2010
Pengamatan pagi pukul 06.00 di Hm 7 ditemukan katak serasah (Megoprys montana) jam 06.54 se dang diam ditanah, serangga sejenis kepik jam 07.00 sedang terbang hinggap di daun paku, burung sepah hutan jam 07.05 sedang bergerombol terbang hinggap di dahan pohon. Setelah itu pada siang harinya diadakan identifikasi hasil pengamatan malam mengenai insekta dan ampibia. Pengamatan sore pada pukul 15.00 di Hm 11 ditemukan burung jam 15.35 sedang mencari makan di dekat sarangnya (tempatnya di lereng dan dekat sumber air), kumbang jam 15.32 sedang diam di daun, dan Owa jawa (hylobates moloch) jam 16.13 berjumlah 4 ekor (2 dewasa 2 anak) sedang berayun-ayun di pohon.

Minggu, 31 januari 2010
Orientasi medan bersama kelompok 1 menuju jalur urug cikudapaeh. Di perjalanan ditemukan katak serasah, jejak kijang, dan beberapa jejak babi hutan. Jalur cukup licin tetapi tidak terlalu jauh, sampai di curug kami menghabiskan waktu dengan mandi dan makan siang bersama-sama. Setelah itu pulang dan sampai di kemah pada sekitar pukul 14.00.

Senin, 1 februari 2010
Pengamatan pagi pada pukul 06.00 di Hm 10 ditemukan owa jawa berjumlah 3 ekor (2 dewasa, 1 anak) jam 06.45 sedang diam di phon lalu berayun ke pohon lainnya, surili jam 07.07 sedang makan dan lompat-lompat berjumlah 3 ekor, dan lutung jam 07.13 berjumlah 1 ekor sedang loncat dari pohon ke pohon. Siangnya ada pengamatan raptor di bukit kebun teh, terlihat elang ular jam 11.25 sedang melakukan soaring dan elang hitam jam 11.50 sedang melakukan soaring.


Selasa, 2 februari 2010
Upacara pelantikan anggota baru UKF dengan pembina upacara ka Mujib dilaksanakan secara khidmat dengan menyanyikan lagu kontemplasi alam raya dan lagu bagimu negeri. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan pulang menuju stasiun pengamatan cikaniki terlebih dahulu dan menunggu sampai malam tiba.


Rabu, 3 februari 2010
Persiapan pulang, dilakukan packing ulang tas carier pada pukul 00.00 dilanjutkan dengan pemanasan sebelum melakukan perjalanan. Pukul 01.00 semua melakukan perjalanan pulang secara berkelompok sesuai dengan kelompok masing-masing dan sampai di masjid di cipeuteuy pada pukul 04.30 lalu melaksanakan solat subuh berjamaah. Setelah itu menunggu truk datang dan sarapan. Truk datang pada pukul 09.00 dan kita pulang melalui jalur parung kuda, sukabumi.